Pemerintah Wajibkan Semua Helm Ber-SNI Mulai 25 Maret

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah mewajibkan semua helm yang beredar di pasar dalam negeri sudah berstandar nasional Indonesia (SNI) mulai 25 Maret mendatang untuk meminimalkan dampak kecelakaan sepeda motor.

“Mulai 25 Maret 2009 semua helm yang diproduksi di dalam negeri maupun impor harus memenuhi SNI. Kalau tidak akan kena sanksi,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris usai kunjungan ke pabrik helm PT Tarakusuma Indah di Cikarang, Jawa Barat.

Pada 25 Juni 2008 Menperin telah menandatangani Peraturan Menperin Nomor 40/M-IND/PER/6/2008 Tentang Pemberlakuan SNI Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua Secara Wajib. Permenperin tersebut berlaku sembilan bulan sejak tanggal ditetapkan.

Fahmi mengatakan, bagi industri helm di dalam negeri yang tidak memenuhi SNI akan dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha industri, sedangkan bagi helm impor yang tidak memenuhi SNI akan ditolak masuk pasar Indonesia.

“Namun bagi produsen domestik masih diberi kesempatan dalam waktu yang tidak terlalu panjang untuk menyesuaikan produksinya agar memenuhi SNI. Kalau sudah diberi kelonggaran waktu masih belum bisa meemenuhi akan kami cabut izin industrinya, sehingga kalau dia masih produksi berarti ilegal,” katanya.

Sedangkan bagi helm impor, pemerintah akan melakukan pengujian terhadap helm tersebut di laboratorium uji yang telah ditunjuk, apakah helm tersebut telah memenuhi SNI.

Sesuai Peraturan Menperin Nomor 40 Tahun 2008 itu, helm yang beredar harus memenuhi standar SNI yang ditandai dengan pencantuman tanda SNI dalam bentuk cetakan embos (menonjol).

Terkait dengan Permenperin tersebut, Dirjen Industri Agro dan Kimia telah mengeluarkan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerapan dan Pengawasan SNI Helm tersebut pada 28 November 2008.

“Saat ini dari 15 produsen helm di dalam negeri sudah tujuh perusahaan yang siap memenuhi SNI, empat diantaranya sudah mendapat SPPT-SNI dan tiga masih dalam proses,” ujar Direktur Industri Kimia Hilir Depperin F Tony Tanduk menambahkan.

Menurut dia, kewajiban penggunaan helm ber-SNI bagi pengendara dan penumpang sepeda motor akan atur oleh Peraturan Menteri Perhubungan.
(*)

COPYRIGHT © 2009 ANTARA

Sumber: http://antara .co.id/arc/2009/3/12/pemerintah-wajibkan-semua-helm-ber-sni-mulai-25-maret/

Selamat di Jalan Berkat Ban Motor

Mengendarai motor dengan benar akan membantu keselamatan anda di jalan. Apalagi jika anda harus melalui jalan yang berlubang dan tidak rata. Faktor pengendara dan ban motor sangat berpengaruh dalam hal ini.

Banyak peristiwa kecelakaan yang terjadi akibat ban motor masuk ke dalam lubang, ban motor kemps, atau bahkan meledak di tengah jalan. Ternyata, ban motor menjadi elemen yang krusial bagi keselamatan anda. Oleh sebab itu, sebaiknya perhatikan dan rawatlah ban motor anda secara berkala.

Pilihlah ban motor yang standar, berlualitas, dan sesuai dengan jenis motor anda. Untuk jenis motor bebek yang bertenaga 100-150 cc, gunakanlah ban belakang motor berukuran 80/90, 90/80, atau 100/80. Sementara untuk jenis motor sport yang bertenaga 150-250 cc, gunakanlah ban berukuran 100/80, 120/80, atau 130/70.

Untuk menjaga keselatan anda, perhatikanlah jarak tempuh dan sisi luar ban motor. Jangan lupa untuk memeriksa keseimbangan dan kelurusan ban motor setiap 10.000 km. Apalagi jika sering digunakan dengan kecepatan tinggi. Sebaiknya gunakan ban dengan diameter yang sesuai dengan standar motor anda.

Selain jarak tempuh, suhu dan cuaca juga dapat mempengaruhi keawetan ban motor anda. Kondisi jalan yang panas pada musim kemarau menyebabkan ban motor lebih cepat aus dibandingkan pada musim hujan.

Pengereman yang semena-mena juga dapat mengakibatkan ban motor anda cepat aus. Apalagi jika anda melakukan pengereman mendadak saat kecepatan tinggi. Biasakanlah menggunakan rem depan dan belakang secara bergantian. Karena ban yang paling sering direm akan lebih cepat aus permukaannya.

Jangan lupa untuk mengecek velg dan shock absorber motor anda. Velg yang tidak rata dan shock absorber yang kondisinya tidak baik akan berpengaruh terhadap ban motor anda. Oleh sebab itu, selalu pastikan dua komponen ini dalam kondisi yang baik.

Periksalah secara berkala tekanan angina dalam ban motor, terutama pada saat udara dingin. Sesuaikan tekanan angina antara ban motor yang depan dan belakang. Jika tidak sesuai, laju motor akan menjadi tidak seimbang dan dapat membahayakan keselamatan anda.

Pilihlah jalan yang paling nyaman untuk motor anda. Jangan melalui jalan yang tidak rata dan berlubang. Jika terpaksa melalui jalan tersebut, usahakan agar ban otor anda tidak terkena lubang tersebut. (INO/ Klasika/ Kompas, 26 Sept. 2008)

Mendeteksi Penyebab Kurangnya Tenaga Motor

Bagi setiap pengendara motor, hal apa lagi yang diinginkan selain melaju di jalan raya dengan tenaga mesin yang optimal. Akan tetapi penyetelan komponen yang tidak tepat atau kurangnya perawatan membuat harapan tersebut tidak dapt terlaksana. Kalau anda termasuk salah satu orang yang merasakan masalah serupa, berikut beberapa bagian yang dapat diperiksa.

1. Saringan udara. Cobalah untuk membersihkan komponen yang berfungsi menyaring kotoran dan debu dari udara – sehingga memungkinkan udara bisa masuk lebih banyak ke ruang bakar – ini karena mungkin ada banyak kotoran yang menempel sehingga menghalangi asupan udara ke ruang bakar. Akan tetapi kalau anda merasa komponen ini sudah lama tidak diganti sebaiknya segera ganti dengan yang baru. Penggantian ini dilakukan paling tidak setiap 20 ribu km.
2. Karburator. Di dalam komponen inilah proses pengabutan (proses di mana bahan baker bercampur dengan udara untuk pembakaran yang pada akhirnya proses tadi menghasilkan tenaga untuk menggerakkan sepeda motor berlangsung). Oleh karena itu, sama seperti saringan udara, kebersihan komponen ini juga patut diperhatikan.
3. Busi. Busi yang sudah “berumur” menjadi penyebab lain hilangnya tenaga motor karena percikan api yang dihasilkannya tidak konstan. Hal ini disebabkan karena sudah kotor dengan jelaga atau celah busi sudah tidak tepat. Sebagai langkah darurat anda bisa membersihkan busi tersebut dengan meniuo dan menggosoknya dengan ampleas. Demikian pula untuk mengatur jarak antarelektroda.
4. Jarum skep. Penyetelan komponen yang menjadi bagian dari karburator ini perlu dilakukan, karena tenaga mesin yang tidak optimal bisa juga disebabkan karena jarum skep yang terlampau tinggi. Kalau anda tidak bisa menyetel sendiri, sebaiknya bawa ke bengkel agar hasilnya benar-benar maksimal.
5. Knalpot. Knalpot tersumbat oleh kotoran juga menjadi penyebab tenaga motor menjadi melorot. Oleh karena itu lakukan perawatan pada bagian ini setiap tiga bulan atau 6 ribu km agar selain kebersihannya, performanya pun bisa tetap terjaga. (ASP/ Klasika/ Kompas, 20 Des 2008)

Jangan Abaikan Kolong Mobil

Dalam pemeriksaan rutin, kolong mobil acapkali kurang mendapt perhatian. Barangkali lantaran posisinya ada di bawah. Padahal, bagian kologn inilah yang paling mudah diterpa kotoran yang dapat menyebabkan kerusakan.

Untuk itu, kolong mobil perlu dirawat dan dijaga kebersihannya secara rutin. Mulailah dengan memeriksa bagian bawah mesin. Lindungilah bagian bawah mesin dengan pelindung berupa deker dari pelat atau akrilik.

Kemudian perhatikan knalpot dari header hingga bagian ujung. Periksalah bagian sambungan pipa dan tabungnya. Caranya dengan mengetuk keras secara berulang. Knalpot perlu diperbaiki segera bila terdapat karat yang berguguran.

Kondisi dek juga perlu diamati, terutama untuk mencegah berkarat dan berlubang. Sangat berbahaya menaiki mobil yang deknya banyak karat dan lubang. Gas buang CO2 akan masuk ke kabin.

Saluran pembuangan air dan karet sepanjang bodi harus pula diperiksa. Jika ada yang rusak pada bagian ini, maka air akan merembes ke dalam kabin. Yang tak kalah penting garden dan tutup oli, terutama karena rawan mengalami longgar akibat benturan.

Komponen lainnya yang perlu dicek yakni crossember yang rentan karat atau keropos akibat tetesan air radiator. As kopel dan cross joint, serta pe atau pegas juga jangan dilupakan. Ikatan antarpegas harus kuat. Disarankan bagian ini diolesi solar untuk mencegah suara berdecit.

Last but not least, ujilah masing-masing dudukan sokbreker, terutama mur dan bautnya dengan cara menjalankan mobil. kalau dudukannya bergeser saat mobil bergerak artinya anda harus segera mengencangkan mur. (Val/ Klasika/ Kompas, 15 Nov. 2008).

TIPS BAGI PENGENDARA PEDULI LINGKUNGAN

Polusi kendaraan merusak lingkungan

Polusi kendaraan merusak lingkungan

Jika anda mengaku sebagai individu yang peduli dengan lingkungan, sudahkah hal itu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari? Tak perlu berpikir jauh-jauh, hal itu bisa bermula dari cara anda memperlakukan kendaraan yang digunakan setiap hari sebagai langkah awal.

Tidak berarti harus langsung menggunakan kendaraan yang telah menggunakan teknologi khusus untuk mengakomodasi hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, di antaranya adalah:

Menjaga kondisi mesin dengan melakukan servis rutin untuk memastikan setiap komponen bekerja dengan sempurna. Terutama pada system pembakaran kendaraan, di mana hal ini berperan penting terhadap asap buangannya yang menentukan kadar kontaminasi udara. Asam hitam dari knalpot akan semakin membuat udara dan lingkungan tercemar dan di lain pihak tak ada salahnya pula melakukan uji emisi kendaraan untuk memastikan bahwa kendaraan anda tergolong ramah lingkungan.

Hemat pemakaian bensin merupakan salah satu cara untuk menjadikan kendaraan lebih ramah lingkungan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengakomodasi hal ini, antara lain dengan mengisi bahan bakar pada malam hari mengingat bahan bakar adalah zat yang sangat mudah menguap, karena itu lebih baik untuk mengisi BBM pada malam hari di mana penguapan relatif lebih kecil.

Siasat menghemat BBM lainnya adalah dengan menjaga sikap mengemudi, antara lain dengan tidak memainkan gas dan selalu mengemudi dalam batas kecepatan yang wajar. Dua hal ini membutuhkan pembakaran yang lebih dalam mobil anda. Kendarai mobil dengan tenang dan lembut. Usahakan untuk stabil dalam kecepatan ideal yaitu berkisar antara 40 km – 100 km/jam. Selain hemat, langkah ini akan memperpanjang usia mesin mobil.

Rencanakan jalur perjalanan anda, bila memungkinkan pilih di luar jam sibuk atau usahakan untuk mencari jalur alternatif menghindari kemacetan. Barang bawaan juga harus diperhatikan, bawa seperlunya saja sehingga beban kendaraan tak terlampau besar sehingga bisa menghemat BBM.

Batasi penggunaan AC karena penggunaan peranti ini banyak memakan BBM. Kebiasaan melepas roof rack bila tidak diperlukan juga menjadi hal yang dirasa perlu karena hal ini berpengaruh pada aerodinamika mobil. Roof Rack menyebabkan hambatan udara cukup besar yang memicu mesin bekerja lebih keras dan otomatis membuang BBM lebih banyak (ADT/Klasika/ Kompas, 26 Nov. 2008)

Tips: Cara mengemudi yang aman

Tips – Cara mengemudi yang aman

Apapun kendaraan yang anda kemudikan, keamanan memang faktor paling penting. Berikut beberapa strategi keamanan dasar yang dapat menjauhkan anda dari bahaya ketika mengemudi di jalan raya.

Pertama dan yang paling penting adalah menemukan posisi mengemudi yang baik. Atur kursi sehingga anda dapat meletakkan pergelangan tangan di atas roda kemudi dengan tangan terentang. Anda mungkin perlu mengatur kemiringan sandaran kursi untuk menemukan posisi ideal yang benar-benar nyaman dan tidak melelahkan.

Atur sandaran kepala sehingga pas berada di belakang namun tidak menyentuh kepala anda. Pegang kemudi dengan kedua tangan sejajar pada posisi jarum jam angka sembilan (tangan kiri) dan angka tiga (tangan kanan), agar anda dapat memutar roda kemudi ke kiri atau kanan dengan cepat dan tepat.

Bila kurang nyaman, dapat memilih posisi jarum jam angka 10 dan 2. Jangan membiasakan meletakkan tangan pada bagian atas roda kemudi, terutama pada mobil-mobil baru, karena air bag dapat mematahkan tangan atau mendorongnya ke muka anda bila sampai terkembang.

Meskipun pemerintah belum memberlakukan peraturannya, biasakanlah untuk menggunakan sabuk pengaman (safety belt) sebelum menghidupkan mesin. Mintalah agar penumpang di kursi depan juga mengenakan sabuk pengaman. Sabuk ini telah terbukti berhasil menyelamatkan jiwa.

- Ikuti arus lalu lintas. Atur kecepatan yang sama dengan kendaraan sekitar anda bila memungkinkan.

- Perbedaan besar antara kecepatan anda dengan kendaraan lain dapat membahayakan.

- Bersikaplah “Mandiri”. Jangan ikuti kumpulan kendaraan di jalan tol agar dapat menghindari tabrakan yang menimpa kendaraan lain.

- Awasi lalu lintas. Lihatlah jauh ke depan dan perhatikan adanya masalah sebelum anda sampai di tempat itu.

- Sering periksa kaca spion.

- Antisipasi. Selalu Antisipasi keadaan darurat yang mungkin terjadi, dan rencanakan jalan keluarnya.

- Jangan berdiam di jalur paling kanan. Jalur kanan adalah untuk mendahului, bukannya jalur “cepat”, apalagi bila kecepatan anda di bawah 80 km/jam. Inilah sebab mengapa banyak pengemudi yang nekad mendahului dari jalur paling kiri. Jadi jangan salahkan dulu mereka yang mungkin sedang terburu-buru namun ada pengemudi “keras kepala” yang tidak bersedia memberi jalan di jalur paling kanan.

- Tetaplah di jalur sebelah kiri, kecuali bila akan mendahului. Jangan mencoba memblokir pengemudi yang ngebut. Biarkan pak Polisi yang melakukannya.

- Beri tanda! Beri tanda bila anda akan pindah jalur, begitu pula bila akan membelok.

- Tunggu sebelum membelok ke kanan. Bila anda berhenti di jalan yang ramai sambil menunggu untuk belok ke kanan, biarkan kemudi dalam posisi lurus sampai mendapat giliran. Bila anda menunggu dengan posisi kemudi ke arah kanan dan anda tertabrak dari belakang, mobil anda dapat terdorong ke arah kendaraan dari depan.

- Bantu mereka untuk masuk tol. Bila anda berada di jalur kiri pada jalan tol yang lebar, anda dapat membantu kendaraan yang akan memasuki tol dari arah kiri secara aman dan mulus dengan berpindah jalur sebentar, tentu saja bila situasi memungkinkan.

- Gunakan rem pada saat yang tepat. Kurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan. Mengerem saat anda berada di tengah-tengah tikungan dapat mengurangi keseimbangan kendaraan. Begitu pula, turunkan gigi transmisi sebelum memasuki tikungan.

- Coba dulu sistem anti-lock brake (ABS) kendaraan anda. Bila mobil anda dilengkapi ABS, anda mungkin dikejutkan dengan getaran dan suara aneh dari pedal rem ketika mendadak diinjak. Jangan tunggu sampai terjadi keadaan darurat.
Pada saat hujan, carilah jalan yang licin dan benar-benar kosong atau pelataran parkir yang kosong dan injaklah rem sekuat-kuatnya sampai ABS bekerja, jadi anda tahu bagaimana rasanya. Anda juga dapat melakukan hal ini dengan sistem rem biasa untuk memeriksa apakah pengereman cukup seimbang dan tidak menarik ke satu sisi.

- Jangan menggunakan ponsel ketika mengemudi. Penelitian menemukan bahwa penggunaan ponsel ketika mengemudi menaikkan risiko kecelakaan sampai empat kali lipat. Risikonya tidak berubah walaupun menggunakan “hands-free” .

- Jagalah penglihatan malam hari anda. Jangan menatap lampu-lampu mobil dari arah berlawanan. Bila merasa terganggu, fokuskan pandangan pada bahu kiri jalan.

- Usahakan cukup tidur. Jangan mengemudi bila anda mengantuk. Bila mata anda cenderung terpaku pada satu titik, ini adalah tanda bahaya. Segera hentikan kendaraan begitu anda menemukan tempat yang aman dan cobalah beristirahat selama beberapa menit.
Kursus Mengemudi

Roslianna Driving Course

021-7721 7174

sumber: MWeb

TIGA SOLUSI MEMILIH LAMPU MOTOR

Pernahkah Anda mengendarai motor di malam hari dalam kondisi jalan rusak, gelap dan hujan lebat? Dalam kondisi seperti ini, biasanya anda akan bertumpu pada penerangan dari lampu depan motor saja. Namun, penerangan dari lampu tersebut ternyata tidak cukup membantu anda melihat keadaan sekitar. Agar lampu motor anda menyala lebih terang dan jelas, sebaiknya anda simak solusi-solusi berikut ini.

Solusi yang pertama, jika lampu motor depan anda tidak menyala dengan terang, gantilah lampu tersebut dengan watt yang lebih kecil. Pada umumnya, lampu motor memiliki kapasitas 35 watt. Oleh sebab itu, sebaiknya anda menggantinya dengan yang berkapasitas 25 watt. Penggantian lampu dengan watt yang lebih kecil akan membuat nyala lampu lebih terang sekitar tiga hingga empat kali dibandingkan nyala lampu standar. Namun, resikonya usia nyala lampu tersebut juga menjadi lebih pendek sekitar setengah kali dari usia rata-rata lampu standar.

Solusi yang kedua, gantilah lampou standar anda dengan lampu halogen. Pilihlah lampu halogen yang berkualitas baik. Cara mengetahuinya antara lain dengan melihat kesamaan cetakan merek di pembungkusnya dengan yang tertera di bagian bawah tubuh lampu. Selain merek, pada tubuh lampu tertera pula ukuran dan kapasitas lampu yang bersangkutan. Pada halogen berkualitas buruk, umumnya dalam tubuh lampunya tidak tertera merek seperti seperti yang ada di pembungkusnya. Logam dan filoamennya pun nampak lebih kasar dan ringkih.

Keuntungan dari lampu halogen, anda tak perlu mengecilkan lampu wattnya. Sebab, sinar lampu halogen dapat memancarkan sinar satu setengah kali lebih terang dibandingkan sinar lampu standar. Namun, anda harus berhati-hati ketika melakukan penggantian lampu halogen. Jangan menyentuh permukaan kaca lampu halogen ketika melakukan pergantian. Sebab jika tersentuh, kaca dalam lampu halogen akan menyisakan blackening (kehitaman).

Solusi yang ketiga, gantilahlampu standar anda dengan lampu jenis xenon. Sinar lampu xenon memiliki sifat menyala lebih terang tetapi menghasilkan panas dua kali lebih dari lampu standar. Oleh sebab itu, penggunaan logam tebal yang berkualitas harus menjadi bagian yang diperhatikan ketika memilih merek xenon. Sebelum memasang lampu xenon, sebaiknya anda mengganti dudukan dan kabel yang berhubungan dengan lampu tersebut. Sebab, dudukan lampu, kabel, bahkan reflektor motor dapat meleleh karena xenon mengeluarkan panas dua kali lipat dibandingkan lampu standar. (INO/Klasika/ Kompas/24/10/2008)


USIR KANTUK SAAT DI BALIK KEMUDI

Ibarat alarm alami yang menandakan bahwa tubuh butuh beristirahat, mengantuk merupakan hal yang wajar dialami setiap orang tidak terkecuali di saat mengemudi. Namun, sayangnya, hal tersebut kerapkali dianggap sepele sehingga akhirnya justru membahayakan keselamatan berkendara. Bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain.

Pasalnya, rasa kantuk tersebut menyebabkan daya konsentrasi dan refleks berkurang, sehingga pengemudi pun tidak dapat menguasai kendaraan dengan baik. Ada banyak tanda-tanda yang harus anda perhatikan sebagai peringatan untuk berhenti sejenak. Mulai dari menguap hingga berkali-kali, keluar airmata dalam jumlah banyak, konsentrasi berkurang, atau saat menyetir berjalan keluar dari jalur atau badan jalan.

Rasa kantuk ini pun biasanya terjadi pada jam-jam tertentu sesuai dengan jam biologis manusia. Tengah malam hingga pukul 6 pagi dan setelah jam makan siang hingga sore, merupakan jam-jam kantuk yang perlu diwaspadai. Agar rasa kantuk tidak berlebihan setelah jam makan siang, sebaiknya porsi makan siang tidak berlebihan karena perut yang terlalu kenyang kerap kali menjadi biang keladinya.

Demikian pula jika berkendara di malam hari, yang sebenarnya merupakan jam tidur normal. Tidak bisa dipungkiri, justru di waktu inilah biasanya perjalanan jarak jauh dilakukan. Jika memang harus melakukannya, dibutuhkan persiapan ekstra, terutama istirahat dan tidur yang cukup sebelumnya. Rasa kantuk ini pun akan lebih besar saat mendekati matahari terbit, karena sebenarnya tubuh sudah terlampau lelah.

Di samping itu, bepergian jarak jauh saat jam pulang kantor pun sebenarnya tidak disarankan, karena energi anda telah terpakai selama sehari penuh bekerja.

Jika rasa kantuk tak bisa dihindari, tak ada yang lebih tepat selain segera menepi dan beristirahat sejenak. Cobalah tidur selama 30 menit, kemudian minum air putih dalam jumlah banyak, untuk mengembalikan kesegaran tubuh. Bisa juga dengan meminum segelas kopi, dimana kandungan kafeinnya dapat membantu mengatasi rasa kantuk. Hanya saja, sebaiknya hal ini tidak dijadikan kebiasaan yang mengakibatkan ketergantungan. (ADT/Klasika/Kompas/9/1/2009).

HINDARI PENCURIAN PADA KENDARAAN

HINDARI PENCURIAN PADA KENDARAAN

Memarkirkan kendaraan baik motor maupun mobil dewasa ini memang harus selalu mempertimbangkan faktor keamanan. Dalam lingkup gedung yang menggunakan jasa servis keamanan parkir saja bisa kebobolan, apalagi yang jika hanya diparkir di pinggir jalan. Oleh karenanya bersikap waspada sangat diperlukan setiap kali memarkirkan kendaraan di tempat umum.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah si tangan panjang menyentuh kendaraan anda.

  1. Lengkapi kendaraan dengan alarm. Minimal jika mobil dibuka secara paksa alarm akan berbunyi sehingga menyurutkan niat pencuri. Dewasa ini alarm pun memiliki variasi jenis, ada yang sangat sensitif – sedikit sentuhan atau getaran pun sudah berbunyi – dan ada pula yang tidak, untuk itu pilihlah sesuai dengan kebutuhan.
  2. Tak ada salahnya memasang tracking system pada kendaraan, untuk mengantisipasi jika mobil tiba-tiba menghilang masih bisa ditelusuri jejaknya lewat sinyal yang bekerja.
  3. Usahakan untuk tidak meninggalkan barang-barang berharga di dalam mobil. Apabila membawa notebook di dalam mobil misalnya, sebaiknya turunkan dan bawa bersama anda.
  4. Aksesori audio-video di mobil memang memberi kenyamanan lebih saat berkendara, terutama bagi penumpang. Namun, sebaiknya penempatannya pun tetap memerhatikan faktor keamanan kendaraan. Memasang layar televisi misalnya, bisa diletakkan di bagian sunvisor sehingga dapat ditekuk saat tidak digunakan. Atau menggunakan layar yang bersifat portabel, seperti jenis tablet DVD yang cukup digantungkan pada bagian sandaran kepala, sehingga bisa dicopot dari tempatnya saat mobil akan ditinggal. Sementara untuk perangkat pemutar CD dan MP3 bisa disimpan di dalam dashboard mobil.
  5. Gunakanlah kunci setir yang kini banyak ditemui di pasaran. Pastikan bahwa sistem kunci setir tersebut tidak mudah dibuka ataupun mudah diduplikat, oleh karenanya bentuk kunci kembang biasanya menjadi pilihan.

Usahakan untuk memarkirkan kendaraan yang cukup terbuka, dekat dengan pos pengawasan atau lalu lalang orang, untuk meminimalkan kemungkinan buruk pada kendaraan anda. (ADT/Klasika/Kompas/22/11/2008)


HATI-HATI MOBIL TERBAKAR

mobil terbakar

mobil terbakar

HATI-HATI MOBIL TERBAKAR

Mobil terbakar tak mesti terjadi karena huru-hara, tetapi bisa kapan saja. Pasalnya mobil terdiri dari bahan-bahan yang sangat mudah terbakar, seperti plastic, katun, karet. Apalagi jika sampai merembet ke tangki bahan bakar, dapat dipastikan akibatnya akan lebih parah lagi.

Mencegah lebih baik ketimbang menanggulangi. Kebakaran bisa saja disebabkan oleh hal-hal sepele, yang sebetulnya dapat dihindari. Salah satu penyebab kebakaran adalah lompatan bunga api akibat kebocoran kabel busi yang kurang baik kondisinya. Anda sebenarnya dapat mencegah hal ini jika secara teratur memeriksan kondisi kendaraan.

Selain itu, anda juga sebaiknya menghindari sambungan (jumper) sekering dengan kawat atau kabel biasa, karena ukuran kekuatan tidak akurat sehingga bias menimbulkan panas pada kabel listrik. Jangan lupa merawat bantalan-bantalan (bearing) yang terbuka seperti bearing untuk penyetelan ketegangan V-belt, karena jika bearing tidak bekerja dengan sempurna dapat menimbulkan panas, bahkan bisa pula timbul bunga api, akibat gesekan. Isolasilah dengan baik sambungan-sambungan kabel listrik.

Sambungan-sambungan seperti slang atau pipa bisa menjadi titik rawan. Karena itu, periksalah selalu dan segera ganti apabila ditemukan kerusakan atau kebocoran. periksa juga klem-klem pada ujung slang atau pipa bensin, di tangki, di fuel filter, fuel pump, terutama klem slang atau pipa setelah mendapat tekanan dari fuel pump. Pada sisi ini tekanan bahan bakar cukup tinggi sehingga klem harus kuat untuk menjaga agar tidak terdapat kebocoran bahan baker.

Hindari juga kebiasaan yang berisiko, seperti menggunakan korek api sebagai penerang sewaktu terjadi kerusakan kendaraan. Pada buku petunjuk (manual) kendaraan biasanya dianjurkan untuk menggunakan lampu darurat portable atau flash flight (lampu baterai) untuk menghindari sumber api.

Jika sampai terjadi kebakaran, anda masih dapat mengupayakan terhindarnya akibat yang lebih parah dengan menggunakan pemadam api (fire extinguisher). Jangan menganggap remeh hal ini, karena anda tidak pernah tahu kapan kebakaran terjadi. Pilihlah jenis yang sesuai dengan kendaraan anda dan tempatkan pada posisi yang mudah dijangkau. (ACA/klasika/ kompas/20/09/2008).