Bagi setiap pengendara motor, hal apa lagi yang diinginkan selain melaju di jalan raya dengan tenaga mesin yang optimal. Akan tetapi penyetelan komponen yang tidak tepat atau kurangnya perawatan membuat harapan tersebut tidak dapt terlaksana. Kalau anda termasuk salah satu orang yang merasakan masalah serupa, berikut beberapa bagian yang dapat diperiksa.
1. Saringan udara. Cobalah untuk membersihkan komponen yang berfungsi menyaring kotoran dan debu dari udara – sehingga memungkinkan udara bisa masuk lebih banyak ke ruang bakar – ini karena mungkin ada banyak kotoran yang menempel sehingga menghalangi asupan udara ke ruang bakar. Akan tetapi kalau anda merasa komponen ini sudah lama tidak diganti sebaiknya segera ganti dengan yang baru. Penggantian ini dilakukan paling tidak setiap 20 ribu km.
2. Karburator. Di dalam komponen inilah proses pengabutan (proses di mana bahan baker bercampur dengan udara untuk pembakaran yang pada akhirnya proses tadi menghasilkan tenaga untuk menggerakkan sepeda motor berlangsung). Oleh karena itu, sama seperti saringan udara, kebersihan komponen ini juga patut diperhatikan.
3. Busi. Busi yang sudah “berumur” menjadi penyebab lain hilangnya tenaga motor karena percikan api yang dihasilkannya tidak konstan. Hal ini disebabkan karena sudah kotor dengan jelaga atau celah busi sudah tidak tepat. Sebagai langkah darurat anda bisa membersihkan busi tersebut dengan meniuo dan menggosoknya dengan ampleas. Demikian pula untuk mengatur jarak antarelektroda.
4. Jarum skep. Penyetelan komponen yang menjadi bagian dari karburator ini perlu dilakukan, karena tenaga mesin yang tidak optimal bisa juga disebabkan karena jarum skep yang terlampau tinggi. Kalau anda tidak bisa menyetel sendiri, sebaiknya bawa ke bengkel agar hasilnya benar-benar maksimal.
5. Knalpot. Knalpot tersumbat oleh kotoran juga menjadi penyebab tenaga motor menjadi melorot. Oleh karena itu lakukan perawatan pada bagian ini setiap tiga bulan atau 6 ribu km agar selain kebersihannya, performanya pun bisa tetap terjaga. (ASP/ Klasika/ Kompas, 20 Des 2008)
Tinggalkan sebuah Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal



